
BATANG HARI ( MIN 4 BATANG HARI ) - Sabtu 24 April 2021 bertempat di Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) Muara Bulian tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MIN 4 Batang Hari mendapat vaksinasi COVID-19 pertama. Hal tersebut berdasarkan surat pemberitahuan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari pada tanggal 22 April 2021 perihal pemberitahuan jadwal vaksin COVID-19 pertama, selain MIN 4 Batang Hari sejumlah sekolah lain juga mendapat vaksin dihari yang sama, yaitu MIN 1 Batang Hari, MIS At-Thohiriyah, MIS Sa'adatuddaren, SD Iqro dan SDn Singkawang. Kepala MIN 4 Batang Hari Bapak H> Suhardiman, S.Pd menyambut baik adanya vaksinasi COVID-19 untuk tenaga pendidik/kependidikan dan berharap semuanya dapat mengikuti kegiatan tersebuat dengan baik.
Vaksinasi adalah suatu proses untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh, bisa dengan cara disuntikkan atau diteteskan. Setelah masuk, tubuh akan bereaksi membentuk sistem kekebalan atau imun dengan menghasilkan antibodi sehingga akhirnya bisa melawan virus penyebab COVID-19 kalau sampai suatu saat tertular, vaksin adalah suatu produk biologi yang biasanya berasal dari suatu agen penyakit atau penyebab penyakit, seperti virus atau bakteri. Dalam konteks COVID-19, vaksinnya adalah produk biologi yang berasal dari virus corona baru penyebab penyakit itu. Dengan pemberian vaksin tersebut, diharapkan tubuh manusia mampu menciptakan suatu kekebalan tubuh untuk melawan COVID-19. Terkait pencegahan COVID-19, vaksinasi akan diberikan kepada orang-orang yang sehat secara bertahap berdasarkan tingkat risiko tinggi untuk tertular COVID-19, seperti tenaga medis dan tenaga pendidik/kependidikan. Seperti yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 5 Oktober 2020 telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No 99 tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pemerintah telah menetapkan sasaran penerima vaksin COVID-19 nantinya sebanyak 160 juta orang dengan vaksin yang harus disediakan adalah 320 juta dosis vaksin dengan rincian:
1. Garda terdepan seperti medis dan paramedis "contact tracing", pelayanan publik TNI/Polri, aparat hukum 3.497.737 orang dengan kebutuhan vaksin 6.995.474 dosis
2. Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW) sebagian pelaku ekonomi berjumlah 5.624.010 orang dengan jumlah vaksin 11.248.00 dosis
3. Seluruh tenaga pendidik (PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan sederajat perguruan tinggi) 4.361.197 orang dengan jumlah vaksin 8.722.394 orang.
4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah dan legislatif) sejumlah 2.305.689 orang dengan total vaksin 4.611.734 dosis
5. Peserta PBJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejumlah 86.622.867 orang dengan kebutuhan vaksin 173.245.734 dosis
6. Masyarakat dan pelaku perekonomian lain berusia 19-59 tahun sebanyak 57.548.500 orang dengan kebutuhan vaksin 115.097.000.
Dengan adanya vaksinasi COVID-19 diharpakan dapat memberikan rasa tenang bagi tenaga pendidik, peserta didik dan orang tua dalam memberikan dan menerima proses kegiatan belajar mengajar. Setelah divaksin para peserta tidak mendapat reaksi atay efek samping yang serius hanya sebatas rasa kantuk dan ini berbeda-beda sesuai dengan kondisi daya tahan tubuh masing-masing peserta. Namun tidak perlu khawatir karena Satuan TUgas ( Satgas ) COVID-19, Menteri Kesehatan dan Majelias Ulama Indonesia ( MUI ) telah mengatakan bahwa vaksin COVID-19 yang diberikan kepada masyarakat saat ini dijamin aman dan halal. Pada akhir vaksinasi para peserta diberikan kartu keterangan dan vaksin dan sertifikat Vaksinasi COVID-19 pertama yang dikirim melalui pesan singkat sms kepada masing-masing peserta. Pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan berjalan lancar hingga selesai pada sore hari.
|
312x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...